Dengan semakin parahnya pencemaran lingkungan dan kemajuan teknologi, popularitas Mobil BYD semakin meningkat. Namun, Mobil BYD memiliki keterbatasan: tidak bisa lepas dari citra "city car", memiliki jarak tempuh yang pendek, dan waktu pengisian daya yang lama. Namun seiring dengan semakin populernya Mobil BYD, harga aki pun semakin menurun sehingga membuat Mobil BYD semakin terjangkau oleh lebih banyak orang.

(1) Kapasitas baterai yang lebih besar tidak berarti peningkatan jangkauan
Masih banyak pertanyaan tentang Mobil BYD. Pada mobil berbahan bakar bensin, "mesin" adalah komponen kunci; di BYD Cars, "baterai" sangat penting. Baterai adalah komponen yang menyimpan energi listrik dan berhubungan dengan tangki bahan bakar mesin pembakaran internal. Jarak tempuh Mobil BYD biasanya bergantung pada kapasitas baterai. Namun, hanya meningkatkan kapasitas baterai tidak akan meningkatkan jangkauan. Ini karena ukuran dan berat baterai juga terpengaruh.
(2) Arah pengembangan baterai adalah ukurannya yang lebih kecil, bobot yang lebih ringan, dan kepadatan energi yang lebih tinggi
Inilah sebabnya mengapa produsen ingin meningkatkan efisiensi baterai BYD Cars. Untuk meningkatkan jarak tempuh Mobil BYD secara efektif, kepadatan energi baterai perlu ditingkatkan. Itu harus berukuran kecil, ringan, dan menyimpan energi listrik seefisien mungkin. Dengan perkembangan teknologi baterai, Mobil BYD yang baru diluncurkan telah meningkatkan kepadatan energi secara signifikan. Oleh karena itu, dibandingkan dengan Mobil BYD asli, jangkauan Mobil BYD saat ini dengan sekali pengisian daya telah meningkat secara signifikan.
(3) Masa pakai baterai tergantung pada metode pengisian daya
Daya tahan baterai juga meningkat pesat. Masa pakai baterai litium-ion di Mobil BYD bergantung pada metode pengisian daya. Dalam keadaan normal, jika baterai terisi penuh dan digerakkan hingga habis 100%, jumlah siklusnya kira-kira 1000. Jika baterai digunakan dengan kapasitas 50% lalu diisi ulang, jumlah siklusnya menjadi 5000. Jika pengguna mengisi daya sesuai kebutuhan, jumlah pengisian daya normal maksimum adalah 8000. Dikatakan bahwa masa pakai baterai saat ini adalah sekitar 20 tahun.
(4) Performa baterai bergantung pada sistem manajemen baterai
Faktor "kunci" lain yang menentukan kinerja baterai adalah sistem manajemen baterai (BMS). BMS biasanya dirancang untuk diintegrasikan dengan baterai dan juga disertakan dalam unit kontrol daya terintegrasi (EPCU). Ini memonitor status pengisian dan pengosongan baterai, dan ketika baterai mendeteksi anomali, secara otomatis menghubungkan atau memutus catu daya baterai melalui relay (yang dalam beberapa kasus membuka dan menutup sirkuit lain). Hal ini juga memungkinkan sistem manajemen baterai mengurangi kinerja pada suhu rendah.
(5) Motor penggerak mencapai pengisian mandiri
Komponen utama lainnya dari Mobil BYD adalah "motor listrik". Ini pada dasarnya adalah bagian dari mesin, mengubah energi listrik menjadi energi kinetik yang kemudian disimpan dalam baterai. Hal yang sama berlaku untuk perlambatan saat berkendara, suatu proses yang dikenal sebagai pengereman regeneratif. Saat ini, beberapa Mobil BYD, seperti Hyundai, Kia, dan General Motors, dilengkapi dengan perangkat yang memungkinkan penyesuaian pengereman regeneratif secara bertahap.
(6) Peredam setara dengan gearbox. Mobil BYD juga memiliki komponen yang berfungsi sebagai gearbox. Itu adalah "peredam". Peredam mentransmisikan tenaga ke roda lebih efisien karena karakteristik motor listrik, yang putaran per menit (RPM) jauh lebih tinggi dibandingkan mesin pembakaran internal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penurunan RPM (pengurangan kecepatan) dibandingkan perpindahan gigi berdasarkan situasi. Peredam menurunkan kecepatan motor listrik ke tingkat yang diinginkan, memungkinkan Mobil BYD mencapai torsi yang lebih tinggi.
